Deklarasi Aliansi Anti Syiah Indonesia
DEKLARASI ALIANSI ANTI SYIAH INDONESIA
(Masjid Al-Fajr, Jalan Cijagra, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 20 April 2014)
Dihadiri 1.000 orang lebih
===========================================
Beberapa kutipan dari penceramah :
------------------------------------------
>> Ustadz KH. Athian Ali : “Bagaimana mungkin kita bisa mempersatukan ajaran yang haq dan bathil. Bagaimana mungkin kita bisa mempersatukan dengan ajaran yang menghina Rasulullah. Bagaimana mungkin mempertemukan umat Islam dengan orang-orang yang menganggap para sahabat sebagai kafir. Bagaimana mungkin kita bisa bersatu dengan ajaran yang menghalalkan zina lewat mut’ah dengan ajaran Islam yang murni !”
>> Habib Zein Al-Kaff : “Sudah tidak musimnya lagi kita berdialog dengan kaum Syiah. Kami sudah 25 tahun mengcounter Syiah dengan berdialog, tapi apa yang terjadi..Syiah makin jadi,”
“Saat ini masanya kita berjihad melawan Syiah, sudah tidak ada lagi toleransi dengan Syiah dan tidak ada gunanya lagi berdialog dengan Syiah. Dan perlu ditegaskan juga bahwa Indonesia ini adalah bumi Ahlus Sunnah Wal Jamaah bukan Syiah!”
“Jika aparat, ulama, rakyat Indonesia tidak tegas dengan Syiah, Indonesia bisa jadi akan menjadi seperti Irak, Suriah, Yaman dan negara-negara lainnya,”
>> Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat, Prof. DR. Muhammad Baharun : “Perbedaan fiqh harus ditoleransi. Perbedaan aqidah harus diamputasi. Jangan sampai syiah rafidhah menari-nari di atas perpecahan umat Islam,”
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
Isi Deklarasi Aliansi Nasional Anti-Syiah berisi 4 (empat) poin komitmen dan tekad untuk menghadang ajaran Syiah di Indonesia :
I. Poin Pertama,
"Menjadikan aliansi tersebut sebagai wadah dakwah amar ma'ruf nahi munkar."
II. Poin Kedua,
"Memaksimalkan upaya preventif, antisipatif, serta proaktif membela dan melindungi umat dari berbagai upaya penyesatan akidah dan syariat yang dilakukan kelompok Syiah di Indonesia."
III. Poin Ketiga,
"Menjalin ukhuwah islamiyah dengan berbagai organisasi dan gerakan dakwah di Indonesia untuk mewaspadai, menghambat, dan mencegah pengembangan ajaran Syiah."
IV. Poin Keempat,
"Mendesak Pemerintah agar segera MELARANG penyebaran paham dan ajaran Syiah, serta MENCABUT IZIN seluruh organisasi, yayasan, dan lembaga yang terkait dengan ajaran Syiah di seluruh Indonesia."
Ketua Pengurus Harian Aliansi Nasional Anti-Syiah Athian Ali, mengatakan deklarasi tersebut digelar karena telah terjadi keresahan di masyarakat atas ajaran Syiah.
Langkah aksi setelah deklarasi hari ini yaitu menjadikan masjid-masjid sebagai penampung laporan keresahaan warga atas Syiah. "Pemerintah harus melarang kegiatan Syiah. Kami tidak melarang mereka punya keyakinan (Syiah)," ujarnya seusai acara.
Dia pun meminta umat non-Syiah agar tidak terpancing provokasi dari pihak mana pun. Aliansi akan terus bergerak agar pemerintah pusat melarang penyebarluasan Syiah di Indonesia. "Aturan itu kami minta dari PEMERINTAH PUSAT, bukan PEMERINTAH DAERAH" ujarnya.
-------------------------------------------------------------------------
Telah berjalan dengan SANGAT SUKSES, Acara Deklarasi para Ulama TAKFIRI WAHABI (Julukan SYIAH kepada Ulama Ahlusunnah) dari berbagai Ormas Islam se-Indonesia, Para tokoh umat ini hadir dari berbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Madura, Balikpapan, Makassar hingga Aceh, dan juga hadir Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat, Prof. DR. Muhammad Baharun.
Acara yg digelar di lantai atas Masjid Al-Fajr hanya terbatas bagi para ulama dan tokoh nasional serta wartawan dari berbagai media. Namun, di lantai bawah kaum muslimin memadati area masjid hingga tanah lapang di seberangnya.
Ketua panitia deklarasi Tardjono Abu Muas menyatakan permohonan maafnya kepada para hadirin karena terbatasnya tempat acara untuk menampung jamaah.. SUBHANALLAH !!!
“Kami mohon maaf kepada kaum muslimin, sejujurnya kami tak mengira antusias masyarakat yang begitu tinggi terhadap acara ini,” ujar Tardjono dalam kata sambutannya.
Di lapangan Ratusan LASKAR ISLAM dari berbagai Ormas dan Perguruan Silat tampak berjaga-jaga di sekitar area Masjid Al-Fajr.
